Bersinergi Bersama Negeri Serumpun Sebalai

Unit Program Belajar Jarak Jauh Universitas Terbuka (UPBJJ-UT) Pangkalpinang merupakan salah satu unit (kantor representatif)  dari Universitas Terbuka yang berpusat di Pondok Cabe, TangerangSelatan. UPBJJ-UT Pangkalpinang sebagai kantor perwakilan UT di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung didirikan pada tanggal 25 Januari 2003 berdasarkan Surat Keputusan Rektor Nomor 179/J31/KEP/2002. UPBJJ-UT Pangkalpinang merupakan UPBJJ-UT ke-33 dari39 UPBJJ-UT diseluruh Indonesia yang terbentuk sebagai hasil pemekaran dari UPBJJ-UT Palembang.

Terbentuknya UPBJJ-UT Pangkalpinang didasari oleh kepentingan daerah untuk mengembangkan Sumber Daya Manusia (SDM) di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. “Pada waktu itu SDM yang kita miliki sangat minim, untuk memenuhi jabatan–jabatan penting terpaksa import dari Jakarta dan Palembang.” kata mantan anggota DPRD KA Ronie yang juga alumnus UT. Bertolak dari pengamatan ini,  menurut mantan Ketua IKA UT Babel, IKA UT sebagai organisasi pada waktu itu menyampaikan kepada Gubernur H. Hudarni Rani, bahwa sementara Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sebagai Provinsi yang baru berkembang, kita memanfaatkan yang sudah ada yaitu pengembangan UT yang dikoordinasi oleh (Almh) Drs. Hardja HS menjadi UPBJJ-UT Pangkalpinang yang terpisah dari Palembang.  Alasan lainnya karena Universitas Terbuka dengan Program Belajar Jarak Jauh sesuai dengan kondisi alam Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Mahasiswa tersebar diseluruh pelosok Bangka Belitung, terutama di pulau-pulau kecil dimana terdapat PNS dan guru untuk meningkatkan Pendidikan Tinggi yang hanya bisa dilakukan oleh Universitas Terbuka pada waktu itu. Diharapkan PNS lulusan Universitas Terbuka inilah yang akan mengisi lowongan jabatan penting yang di pemerintahan dan dinas-dinas baik tingkat provinsi maupun daerah pemekaran kabupaten.

Gayung pun bersambut, Gubernur Provinsi Kepuluan Bangka Belitung pada saat itu, H. Hudarni Rani merespon dengan keputusan agar di Ibukota Provinsi di buka kantor UPBJJ-UT. Hal itu yang memudahkan mahasiswa melakukan registrasi, ujian dan lain-lain yang berhubungan dengan kegiatan akademisi.

Pada bulan Desember 2002, Gubernur Hudarni Rani mengutus KA Ronie selaku ketua IKA UT, untuk menemui Rektor Universitas Terbuka Prof. Dr. Atwi Suparman, M.Sc., melalui Pembantu Rektor III UT Drs. Hasmonel, M.Hum. ”Sebelum ketemu Rektor UT, saya diajak Pak Hasmonel melihat-lihat suasana gedung Universitas Terbuka di Pondok Cabe Tanggerang Jakarta.” cerita KA. Ronie. Gedung yang serba lengkap ini, jelas Pak Ronie biasa dipanggil, terdapat ruang modul-modul, percetakan dan tak kalah penting ruang distribusi yang untuk mendistribusikan segala keperluan yang menyangkut kegiatan UT keseluruh Indonesia.

Setelah keliling gedung UT, lanjut KA Ronie, akhirnya bertemu Rektor dan disambut sangat hangat. ”Pertemuan saya dengan Rektor mendapat sambutan yang sangat hangat, Pak Rektor langsung merespon apa yang saya paparkan dan spontanitas Pak Atwi memerintah Pak Hasmonel agar permintaan Bangka Belitung segera ditindaklanjuti.” tutur mantan anggota Dewan Babel ini. Lebih lanjut, tutur KA Ronie yang waktu masih menjadi anggota DPRD Babel, ”Saya senang Bangka Belitung datang jemput bola dan peduli akan dunia pendidikan yang akan mengantarkan SDM seperti halnya Gorontalo” ungkap Rektor kepada KA Ronie.

Dukungan pendirian UPBJJ-UT Pangkalpinang, lanjut Ronie, juga diberikan oleh Wakil Gubernur Suryadi Saman yang kebetulan juga alumnus UT. ”Beliau sebagai alumnus waktu itu sangat peduli terhadap UT, dan beliau juga menfasilitasi peningkatan IKA UT Kota Pagkalpinang menjadi IKA UT Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, seiring dengan terbentuk Provinsi Babel ini” terang Ronie. Sementara dukungan dari Pengurus Pokjar juga sangat positif, tercatat Zaidi Pokjar Bangka Tengah, Almarhum Sanudin Pokjar Toboali juga turut serta secara aktif dalam pendirian UPBJJ-UT Pangkalpinang.

Terbentuknya UPBJJ-UT Pangkalpinang seiring dengan terwujudnya Provinsi Kepulauan Bangka Belitung atas Dasar Undang-Undang Nomor: 27 Tahun 2000, yang terdiri dari 2 kabupaten dan 1 kota. Pada akhir tahun 2003, mengalami pemekaran wilayah kabupaten menjadi 6 Kabupaten dan 1 Kota. Provinsi ini merupakan daerah kepulauan yang terdiri atas kurang lebih 254 pulau, dengan rincian pulau Bangka dikelilingi 65 pulau kecil dan pulau Belitung yang dikelilingi 189 pulau kecil, dengan jumlah penduduk 1.074.775 jiwa.

 


Perkembangan UPBJJ-UT Pangkalpinang

UPBJJ-UT Pangkalpinang pada tahun 2003 awalnya hanya memiliki tiga staf, yaitu Dra. Latifah Althon, S.Pd., Vanda Indarwan, SE. dan Drs. Sofjan Aripin, M.Si. selaku Kepala UPBJJ-UT Pangkalpinang yang pertama (2002-2006), serta dibantu 2 staf honorer yaitu Ispiandi dan Yuliani. Pada waktu itu, UPBJJ-UT Pangkalpinang dapat bantuan sewa kantor senilai 30 juta Rupiah pertahun dari Pemda yang terletak di Jalan Olah Raga Nomor 144 Pangkalpinang ditambah 1 set komputer, dan beberapa bantuan peralatan kantor dari UT Pondok Cabe.

Pada tahun 2006 kantor UPBJJ-UT Pangkalpinang pindah ke jalan Air Selan No 21 Kelurahan Salemba dengan luas  tanah 1650 M2 dan luas bangunan 512 M2, dengan status pinjam pakai. Mempunyai 2 ruang tutorial, 1 ruang Bahan Ajar dan Bimbingan Belajar, 1 ruang modul, 1 ruang komputer, ruang Pelma, Registrasi Pengujian serta Ruang Kepala yang cukup lebar. Memiliki 3 orang staf akademik, 7 orang administrasi.

Memasuki tahun 2007, periode Dr. Maman Rumanta, M.Si. (Kepala UPBJJ-UT Pangkalpinang periode 2007-2012), sarana dan prasarana yang dimiliki UPBJJ-UT Pangkalpinang sudah cukup memadai, memiliki  11 set komputer, 1 laptop dan 1 proyektor.  Sedangkan untuk operasional sehari-hari UPBJJ-UT Pangkalpinang didukung 11 SDM, 2 orang berkualifikasi S2, 5 orang S1, 1 orang D3 Komputer sebagai ICT, serta 3 orang lulusan SMA. Semua unit kerja, dari mulai Kasubbag. TU, Registrasi dan Pengujian serta Bantuan Belajar dan Layanan Bahan Ajar (BBLBA) sudah punya ruangan masing-masing. Unit BBLBA mempunyai 4 Staf (2 staf Administrasi dan 2 staf Akademik) yang didukung dengan 3 unit komputer untuk operasional. Sedangkan Unit Registrasi dan Pengujian memiliki 3 Staf Administrasi dan untuk operasional kegiatan didukung 5 unit Komputer. Sementara Unit Tata Usaha (TU) didukung oleh 3 Staf Administrasi serta 3 unit komputer. Sedangkan laptop, proyektor dan OHP digunakan untuk mendukung kegiatan Tutorial Tatap Muka (TTM). Pada masa ini terjadi peningkatan jumlah mahasiswa, baik Pendas maupun Non Pendas. Terjadinya peningkatan jumlah mahasiswa Pendas dikarenakan pada tahun 2007-an ada peraturan pemerintah yang mewajibkan para guru harus S1. Sementara terjadinya peningkatan jumlah mahasiswa Non Pendas pada tahun 2008 karena adanya peningkatan layanan Tutorial Tatap Muka Atas Permintaan Mahasiswa(TTM Atpem).

 

Pindah ke Pusat Pemerintahan Prov. Kep. Babel

Tahun 2010 UPBJJ-UT Pangkalpinang menempati kantor baru yang beralamat di Jalan Pulau Bangka, Komplek Perkantoran Gubernur Bangka Belitung. Dengan luas tanah 4.500 M2 dan bangunan 4.380 M2. Tanah seluas 4500 M2 ini merupakan bantuan hibah dari Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. “Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memberikan perhatian yang luar biasa terhadap UT. Kami atas nama pimpinan UT mengucapkan terima kasih atas bantuan hibah tanah ini,“ ungkap Prof. Ir. Tian Belawati, Ph.D, dalam sambutan peresmian Gedung UPBJJ-UT Pangkalpinang. Selanjutnya Rektor UT juga mengatakan sangat bangga dengan bantuan hibah lahan ini, yang berlokasi di pusat Pemerintahan Provinsi Kepuluan Bangka Belitung.

Gedung UPBJJ-UT Pangkalpinang ini merupakan salah satu dari 18 gedung UPBJJ-UT yang di bangun dengan konsep modern dan standar International. Sehingga diharapkan staf UT dapat memberikan pelayanan prima kepada mahasiswa. Dengan desain modern minimalisini, Kantor baru UPBJJ-UT Pangkalpinang dilengkapi dengan ruang layanan mahasiswa, ruang internet untuk ujian online, ruang video conference untuk melakukan pertemuan tatap muka secara jarak jauh, serta ruang kerja Pimpinan dan Staf UPBJJ-UT Pangkalpinang. “Dengan konsep ini kami berharap pada 2010 tahun ini, mahasiswa sudah dapat merasakan fasilitas yang tersedia sesuai dengan standar ISO 9001-2008,” harap Rektor.

Sementara Gubernur Bangka Belitung H. Eko Maulana Ali, dalam sambutannya berharap gedung yang berdiri megah ini menjadi tempat pembaktian diri bagi para Alumni dan Civitas Akademika Universitas Terbuka khususnya yang di Pangkalpinang. “Saya berharap UT bisa berdampak luas dalam hal peningkatan kualitas SDM yang memilki kompetensi khusus untuk menyongsong masa depan yang lebih gemilang,” ungkap Gubernur  alumuni S1 dan S2 UT ini. Menurut Eko Maulana Ali, kiprah UT tidak dapat dipungkiri lagi karena telah banyak cetak SDM berkualitas di Negeri Serumpun Sebalai. Oleh karena itu, Pemprov. Babel tidak ragu untuk menjalin kerjasamnya dengan UT dalam upaya meningkatkan kemampuan, kompetensi dan profesionalisme khususnya bagi para pegawai di Kepulauan Bangka Belitung agar mampu bersaing dan mengimbangi kemajuan teknologi yang sudah semakin modern dan serba canggih di era globalisasi saat ini.

Selanjutnya era tahun 2012-sekarang, dengan Drs. Syarif Fadillah, M.Si., sebagai Kepala UPBJJ-UT Pangkalpinang yang ketiga. Pada awal periode ini terjadi perubahan kepemimpinan yang cukup dinamis, dimana pada tahun 2012 Kasubbag. TU dan Koordinator BBLBA berakhir masa jabatannya, yang disusul dengan berakhirnya masa jabatan Koordinator Registrasi dan Pengujian pada bulan April 2013. Namun demikian, melalui pemberian pemahaman kepada para mantan pejabat tersebut serta melalui pendekatan kekeluargaan, maka dinamika kepemimpinan tersebut tidak menimbulkan gejolak yang berarti pada organisasi.

Kepuasan pelanggan (customer satisfaction) dapat dikatakan menjadi focus pada era Syarif Fadillah. Pelayanan kepada mahasiswa harus diberikan dengan lebih baik, lebih cepat, dan lebih murah. Berkat dukungan dari middle management yang cukup kuat serta seluruh staf yang ada, hal ini sedikit demi sedikit mulai menuai hasilnya. Kepuasan pelanggan (mahasiswa) merupakan salah satu kunci yang penting terkait dengan pengembangan sebuah organisasi. Betapapun baiknya suatu produk (barang atau jasa) tetapi jika tidak ditunjang dengan pelayanan yang baik, maka niscaya sulit bagi organisasi tersebut untuk berkembang.

Namundemikian, diakui oleh Syarif bahwa tidak mudah untuk meningkatkan atau bahkan sekedar mempertahankan jumlah mahasiswa yang ada di UPBJJ-UT Pangkalpinang. Jumlah mahasiswa menunjukkan trend yang menurun, khususnya jumlah mahasiswa Program Pendas (S1 PGSD dan S1 PGPAUD) walaupun berbagai upaya kegiatan Sosialisasi dan Promosi (Sosprom) terus dilakukan. Hal ini memang tidak terlepas dari semakin menurunnya jumlah guru-guru SD yang belum S1. Oleh karena itu dalam upaya mempertahankan jumlah mahasiswa yang ada, maka tidak ada jalan lain kecuali berupaya keras meningkatkan jumlah mahasiswa Non Pendas. Di samping melalui kegiatan Sosprom, kembali ditegaskan oleh Syarif bahwa pelayanan kepada mahasiswa harus ditingkatkan agar mereka puas (satisfy), sehingga diharapkan apa yang mereka rasakan dapat disampaikan (word of mouth) kepada keluarga, teman dan anggota masyarakat lainnya. Kepuasan pelanggan dengan sendirinya akan menjadi media Sosprom UT yang efektif. Pelayanan yang baik kepada mahasiswa (cepat, akurat, dan murah) juga tentunya akan mendukung kelancaran studi mahasiswa, sehingga diharapkan mereka dapat menyelesaikan studi tepat waktu.

Dalam kiprahnya yang hampir 13 tahun di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, UT sudah memainkan peranan yang cukup besar dalam upaya meningkatkan kualitas SDM di Negeri Serumpun Sebalai ini. Khusunya untuk guru SD dan TK atau PAUD dimana dapat dikatakan 70%-80% dari guru-guru tersebut adalah lulusan UT. Sumbangsih ini tentu harus terus dipertahankan bahkan ditingkatkan pada masa mendatang.


Oleh : Agus Saeful Mujab & Rosalita Agustini

 

Newsletter Subscriber

Name:
Email: